Konsep Dasar Ekonomi Moneter

1.Pengertian Ekonomi Moneter

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan terlepas dari adanya “uang”.Selain sebagai alat tukar,ternyata peranan “uang” sangat penting dalam menunjang kegiatan perekonomian dalam suatu negara.Nah,salah satu cabang ilmu ekonomi yang membahas peranan uang adalah ekonomi moneter.Ekonomi moneter adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga dan tingkat kegiatan ekonomi disuatu negara.Selain itu,di dalam ekonomi moneter juga akan membahas mekanisme penciptaan uang,tingkat bunga,inflasi,kebijakan moneter hingga permasalahan krisis keuangan.

2.Pentingnya Ekonomi Moneter

Seberapa penting ekonomi moneter dalam suatu negara? Kilas balik di rentang tahun 1997-1998 Indonesia mengalami krisis moneter yang berdampak besar bagi perekonomian Indonesia kala itu.Krisis ini menyebabkan nilai tukar mata uang Indonesia menjadi anjlok,utang menumpuk,harga barang melonjak tinggi,dan lumpuhnya berbagai sektor perekonomian seperti perbankan.Dari peristiwa tersebut,peranan ekonomi moneter mengambil alih secara dominan.Melalui bank sentral,kebijakan moneter akan diterapkan untuk menjaga harga tetap stabil dan menghindari terjadinya inflasi yang tinggi.Selanjutnya,bank sentral akan mengatur jumlah uang yang beredar dan menetapkan tingkat suku bunga yang berdampak postif bagi pertumbuhan ekonomi.Secara garis besar,ekonomi moneter berperan untuk menjaga stabilitas ekonomi suatu negara melalui kesempatan kerja,stabilitas harga,dan keseimbangan neraca pembayaran.

Ruang Lingkup Ekonomi Moneter

1.Peran dan Fungsi Uang Dalam Perekonomian

Sebelum mengenal uang,dahulu kita mengadopsi sistem barter atau tukar-menukar untuk melakukan sebuah transaksi.Setelah adanya kemajuan teknologi dan peradaban,hingga sekarang uang dijadikan alat tukar yang sah dalam setiap transaksi.Selain hanya sebgaai alat tukar,ternyata uang memiliki fungsi yang lebih luas.Dalam kegiatan ekonomi fungsi uang terbagi menjadi fungsi asli dan fungsi turunan.

Sebagai fungsi asli,uang akan digunakan sebagai alat tukar yang memberikan kemudahan dalam transaksi,sehingga dapat menggantikan adanya sistem barter terdahulu.Selanjutnya uang dinilai sebagai standar satuan harga atas nilai suatu produk atau jasa,yang memudahkan suatu perhitungan dalam kegiatan ekonomi.Dan,terakhir uang sebagai alat penyimpan nilai (valuta) yang berarti dapat disimpan dimasa sekarang untuk digunakan di masa depan.

Menurut fungsi turunan uang dinilai sebagai alat pembayaran yang sah secara hukum untuk digunakan memperoleh suatu barang atau jasa.Uang juga sebagai alat dalam membayar jumlah hutang,karena dengan adanya uang maka memudahkan dalam mengukur jumlah hutang yang ada.Sama halnya seperti hutang,uang juga dapat menentukan besar kecilnya nilai kekayaan,meskipun kekayaan dapat dilihat melalui kepemilikan aset,namun jumlah kekayaan dihitung dengan nilai uang.Selanjutnya,uang dapat dijadikan sebagai alat pemindah kekayaan yang dimiliki seseorang.Dalam hal ini aset tidak bergerak dapat dikonversikan dengan nilai tertentu.Fungsi yang terakhir adalah uang sebagai pendorong kegiatan ekonomi.Dalam artian uang dijadikan tolak ukur dalam suksesnya kegiatan ekonomi.

Dalam kedua fungsi tersebut kesimpulannya adalah uang memiliki peran untuk mempercepat aktivitas ekonomi dan menjaga efisiensi dalam alokasi sumber daya.

2.Sistem perbankan dan lembaga keuangan

Bagaimana sih perbankan menjalankan kegiatannya?

Dalam pengoperasiannya sistem perbankan melibatkan bank sentral dan bank umum.Dari kedua komponen tersebut bank sentral mengambil peran sebagai pengatur sistem keuangan dan mengawasi stabilitas moneter dan perbankan.Sedangkan bank umum bertugas menghimpun dana dari masyarakat baik dalam bentuk simpanan atau kredit untuk mendukung kegiatan ekonomi.Selain bank umum,juga terdapat lembaga keuangan non-bank yang turut menyediakan alternatif pendanaan di luar sistem perbankan seperti asuransi,koperasi simpan pinjam,dan pasar modal.

3.Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar,tingkat suku bunga,dan kredit yang tersedia.Kebijakan moneter terbagi menjadi 2,yaitu: